DILIHAT SECARA MATA KASAR, TIDAK ADA YANG PELIK DENGAN BAYI COMEL YANG SEDANG TERSENYUM INI. RUPANYA TERSIMPAN SERIBU DUKA DISEBALIKNYA. SENYUMAN ITU YANG BUATKAN RAMAI YANG MENGALIRKAN AIR MATA..

Baru-baru ini tersebar sebuah foto menggemaskan di internet. Di foto itu ada seorang bayi lucu yang berbaring memejamkan mata sambil tersenyum di atas sarung tangan motor ayahnya. Meski foto itu terlihat menggemaskan, ternyata ada fakta menyedihkan di baliknya!

Hector, ayah dari bayi bernama Aubrey yang ada di foto tersebut sekaligus pemilik sarung tangan, sudah terbunuh sebulan sebelum kelahirannya.

Hector senang mengendarai motor dan selalu memastikan bahwa dia sudah memakai perlengkapan pelindung. “Dia ingin memastikan bahwa dia aman dan tidak mau mengambil resiko, apalagi di saat dia menantikan kelahiran putrinya.”

Tapi sebelum dia sempat melihat putrinya lahir, dia sudah terbunuh oleh seseorang yang dia anggap sebagai teman. Jenazahnya ditemukan di tempat perkumpulan para penggemar sepeda motor.

Setelah Aubrey lahir, sang nenek meminta seorang fotografer bernama Kim Stone untuk mengambil beberapa foto Aubrey yang baru lahir. Mereka kemudian juga memutuskan untuk mengambil beberapa foto Aubrey bersama dengan perlengkapan motor Hector.

“Aku membungkus bayi itu dengan selimut yang dibuat oleh nenek buyutnya. Kemudian aku juga meletakkan helm milik ayahnya di sampingnya. Beberapa saat setelah aku meletakkan sarung tangan milik ayahnya di bawah kepala, dia mulai tersenyum.”

Kim melanjutkan, “Aku bahkan tidak menyalakan lampu atau hal lain lagi dan dengan cepat segera meraih kameraku. Kathryn Williams, ibu Aubrey, seketika terisak-isak di belakangku.”

Aubrey sepertinya merasakan kehangatan tangan ayahnya lewat sarung tangan itu, meskipun pada kenyataannya sang ayah sudah tidak bisa memeluknya secara langsung.

“Aku mengunggah foto tersebut karena ingin menghibur ibu Aubrey, tidak ada maksud lain,” ujar Kim.

Meski begitu, foto tersebut telah menghasilkan lebih dari 262.000 like dan dibagikan lebih dari 78.000 kali.

Kathryn menulis sepucuk surat kepada Kim berbunyi:

“Aku akan mengambil screenshot halaman ini dalam beberapa minggu dan mencetaknya agar kelak bisa menceritakan kepadanya bahwa dunia pernah berdoa dan menangisi dia, ibunya, dan ayahnya. Kita sudah membuat dunia tersentuh! Walaupun ayahnya sudah pergi, namun dia tetap bisa memberikan dampak pada dunia dan mungkin ini adalah mimpinya. Setiap doa meringankanku dari beban yang kumiliki. Aku merasa lebih damai sekarang dan air mata yang menetes semakin berkurang.”

“Aku melakukan hal yang sama setiap hari,” kata Kim, “Tapi kali ini ada hal istimewa yang terjadi.”