Gadis Cantik Ini Menghidap Kanser Tahap 4 ! Doktor Pun Dah Tak Boleh Nak Buat Apa2 Lagi, Tetapi Dengan Berkat “INI” Selepas Setahun Dia Disahkan Bebas Kanser!

Hah? Bolehkah? Kansernya sudah menyebar ke seluruh tubuh, tapi dia berjaya sembuh total.

Bahkan dokter pun merasa luar biasa! Sungguh suatu hal yang sulit dipercaya, tapi mungkin kita bisa belajar dari peristiwa yang dialami wanita ini. Jika ingin tahu bagaimana cara dia menyembuhkan kanker stadium akhirnya, simak terus ke bawah!

Chen Jiumei, 27 tahun, tinggal di Bronx, New York. Pada tahun 2009, dia didiagnosa mengidap kanker payudara. Setelah tiga kali operasi, radioterapi dan kemoterapi, tidak ada hasilnya.

Dokter menggelengkan kepalanya dan berkata tanpa daya: “Sudah terlambat, kankernya sudah menyebar ke seluruh tubuh, ada benjolan di mana-mana dan radioterapi hanya akan memperpendek umurnya.”

3 kali Kemoterapi membuat rambutnya rontok semua tapi juga tidak ada perbaikan. Dia bisa hidup paling lama sebulan. “Pulanglah, makan apapun yang kamu mau, tuntaskan masalah yang belum beres.”

Jiumei meninggalkan rumah sakit dan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Semua yang dia lakukan telah selesai. Dia tidak mau bepergian atau semacamnya karena fisiknya tidak memungkinkan. Dia hanya makan makanan kesukaannya, makan semua jenis buah yang belum pernah ia cicip.

Setiap hari dia berjalan ke pantai pukul 10 pagi, menghirup udara segar di pantai lalu berjalan kembali menghabiskan waktu 2 jam. Kemudian ia pergi berenang ke gym selama satu jam.

Sebulan berlalu, kematian tidak menjemputnya, dan kekuatannya lebih baik dari sebelumnya.

Dua bulan berlalu, dia masih hidup, bukan hanya fisiknya membaik, tapi rambutnya juga tumbuh.

Tiga bulan kemudian, fisiknya kembali normal dan rambutnya menutupi seluruh kepalanya.

Empat bulan kemudian, dia sudah bisa jalan ke sana kemari, tidak lagi seperti seorang pasien.

Setahun kemudian, dia datang ke rumah sakit. Dokter melihat dia dan berkata, “Anda masih hidup. Ini adalah keajaiban.” Setelah diperiksa, kanker payudara HILANG, seluruh benjolan di tubuhnya lenyap dan semua indikator sel kanker normal. Dia sembuh total.

Dokter tidak bisa menyelamatkannya, tapi dia tanpa sadar menyembuhkan kankernya sendiri.

Menurut laporan, sepertiga pasien kanker mati karena takut, sepertiga mati karena obat-obatan dan sepertiga lagi beruntung bisa sembuh. Chen meninggalkan rumah sakit. Dia tidak menerima kemoterapi atau radioterapi, jadi dia tidak dibunuh oleh obat. Jadi bagaimana dia menyembuhkan kankernya?

Perlu kita ketahui bahwa radioterapi membunuh sel kanker dengan radiasi. Ini juga membunuh jaringan di sekitarnya dan merusak sel yang baik. Saat kemoterapi, pasien disuntik obat untuk meningkatkan suhu tubuh untuk jangka waktu tertentu, dan kemudian disuntikkan obat lain untuk menurunkan suhu tubuh untuk jangka waktu tertentu. Pas suhu tinggi, tinggi sampai panas, pas suhu rendah, rendah sampai menggigil. Beginilah metode yang digunakan untuk membunuh sel kanker.

Namun, jenis terapi ini sama seperti ‘dihukum’. Tidak hanya pasien mengalami penyiksaan mental, sakit fisik, tapi juga toksisitas obat yang bisa membahayakan tubuh. Namun, kemoterapi memberi tahu kita bahwa sel kanker menyukai suhu yang konstan. Mereka takut panas dan takut dingin. Itulah sebabnya mengapa kedua tangan, kaki dan jantung tidak rentan terkena kanker.

Orang yang sering demam tinggi tidak akan terkena kanker. Mengapa? Karena sistem kekebalan tubuh Anda sendiri yang mengatur suhu tubuh untuk membunuh bakteri. Pasien yang hanya demam rendah, suhu tubuh sedikit lebih tinggi, bukan demam tinggi, berarti fungsi kekebalan tubuhnya kurang adekuat. Jika fungsi kekebalan tubuh normal, tidak akan ada tempat untuk sel kanker.

Kembali lagi ke Chen Jiumei. Dia adalah orang yang ceria. Dia tidak memiliki beban pikiran. Dia bisa melepaskan semuanya, bisa makan, bisa tidur, tidak takut mati oleh kanker.

Chen Jiumei berlari keluar setiap hari jam 10 pagi. Dia berlari lebih dari dua jam dan selalu panas dan berkeringat. Dalam dua jam ini, suhu tubuhnya tinggi. Kemudian, dia berenang di kolam renang dimana suhu airnya rendah, suhu tubuhnya pun menurun. Berendam dalam air selama satu jam tidak hanya mengurangi suhu tubuh, tapi juga dikelilingi air alkali (Di Italia, orang menggunakan infus air baking soda untuk membunuh kanker). Kemudian, dia pulang ke rumah untuk makan siang dan tidur siang untuk beristirahat.

Jadi ini yang dia lakukan:

Pertama, suasana hatinya baik, tidak bekerja, berolahraga setiap hari, ke lapangan, jalan ke pantai, sepanjang jalan semuanya pohon hijau, bunga dan rumput, udaranya bagus, latihan aerobik di sana sehat fisik dan mental.

Kedua, suhu tubuh dijaga, panas dua jam, dingin satu jam.

Ketiga, tidak ada efek samping karena suntikan obat. Suhu tubuhnya yang panas dan dingin bisa ditoleransi oleh sel manusia. Kemoterapi terkadang bisa berlebihan dan juga bisa membahayakan sistem tubuh.

Sesederhana itu. Metodenya sangat ilmiah, tapi sangat sederhana dan sangat praktis.

Pengalaman Chen Jiumei membuat kita mengerti satu kebenaran: Untuk menghindari kanker, jangan tinggal di lingkungan suhu yang konstan. Harus ada dingin, panas, dan berolahraga.

SUMBER; MUKABUKUVIRAL via Sembang Media

SEBARKAN info penting ini ke orang-orang di sekitar Anda! Siapa tahu Anda bisa meyelamatkan nyawa seseorang!