Subhanallah, Inilah Ikan Yang Diceritakan Dalam Surah Al-Kahfi Yang Hidup 4 Tahun Di Batu Tanpa Air.

Subhanallah, Inilah Ikan Yang Diceritakan Didalam Surah Al-Kahfi Hidup Tanpa Air. Berikut video bagaimana ikan ini membuat rumah untuk hidup tanpa air sehingga bertahun-tahun. Sangat menakjubkan.

Seperti yang sudah diketahui berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada dan yang dipelajari, ikan adalah haiwan yang hidup di air. Air adalah kehidupan bagi ikan. Tanpa air ikan akan maatii dan punah. Namun, ternyata ada fakta mengejutkan bahwa ditemukan ikan yang boleh hidup di darat, bahkan dalam kurun waktu yang lama mencapai hitungan tahun. Ikan hidup tanpa air, inikah ikan yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi? Videonya ada di bawah ini:

Sulit rasanya berfikir dengan logik bagaimana ikan boleh hidup tanpa air. Kerana pada dasarnya, habitat ikan adalah air. Ikan Lungfish (Protopterus Sp), adalah ikan yang diakui boleh hidup berhibernasi di darat, hidup tanpa air. Lalu, inikah sosok ikan itu? Inikah ikan yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi?

Ibnu Abas menceritakan bahawa ia mendengar sabda Nabi Muhammad ketika Allah menanyai Musa siapakah yang paling berilmu. Musa menjawab bahawa ia yang paling berilmu. Mendengar jawaban Musa, Allah meminta ia pergi untuk menemui hamba-Nya yang saleh yang lebih berilmu daripadanya, dengan membawa seekor ikan dalam bekas. Allah bersabda kepadanya, bila nanti ikan itu menghilang, maka di situlah Musa akan bertemu hamba-Nya yang saleh.

Lalu Musa berangkat bersama murid sekaligus pembantunya iaitu Yusya. Ketika letih, mereka berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak. Waktu itu, ikan yang dibawa olehnya tiba-tiba meronta lalu jatuh ke dalam air. Dan ikan itu kembali ke laut dengan cara yang aneh. Yusya yang menyaksikannya, terpukau pada kebesaran Allah hingga pada ia tertidur dan lupa menceritakannya pada Musa.

Setelah meneruskan perjalanan, Yusya menyampaikan tentang apa yang dilihatnya tadi. Mendengar hal itu, Musa segera menyadari sesuatu. Bahwa ia sebenarnya sudah berada di tempat hamba Allah yang saleh itu. Lalu mereka berdua memutuskan untuk kembali ke tempat peristirahatan mereka sebelumnya.

Ketika Musa dan Yusya tiba di tempat itu, yang mereka lihat adalah seorang hamba Allah dengan jubah putihnya. Lalu, Musa mengucapkan salam padanya. Kemudian Khidir menanyakan darimana Musa berasal dan siapakah ia. Musa mengatakan padanya bahwa ia memang bermaksud menemui Khidir, supaya Khidir mengajarkan padanya ilmu dan kebijaksanaan yang lebih kepadanya.

Dengan tegas Khidir memberi tahu Musa, bahwa ilmu yang ia miliki adalah karunia dari Allah yang diajarkan kepadanya, namun tidak kepada Musa. Dan sebaliknya, apa yang telah Allah ajarkan pada Musa, Khidir pun tak mengetahuinya. Kemudian Musa menyampaikan bahwa ia tak sabar untuk segera mengikutinya. Dan Khidir pun mengingatkannya, bahwa Musa tak boleh menanyakan apapun juga sampai hal itu dijelaskan padanya.

Pertemuan Musa dengan Khidir membuatnya lupa akan ikan yang hilang tadi. Ikan dalam surat Al-Kahfi ini yang diakui sebagai bukti kebesaran Allah yaitu ikan yang boleh hidup tanpa air. Jenis ikan ini mampu mengerong masuk ke dalam tanah. Cara yang aneh bagi seekor ikan. Apa yang terjadi pada ikan ini adalah bukti bahwa Allah Maha besar dengan segala kuasa-Nya. Yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Ikan yang hidup dengan cara yang aneh ini, inikah ikan yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi? Inilah ikan yang menjadi saksi perjalanan Musa bertemu dengan Khidir. Jelaslah sudah, dalam ayat Al-Qur’an ini Allah memberi petunjuk pada mereka yang selalu memikirkan tentang kekuasan-Nya dan apa yang boleh Ia perbuat. Karena meragukan kuasa Allah dan firman Al-Qur’an. Wallahualam

Jika difikirkan secara logik bagaimana ikan boleh hidup tanpa air. Kerana pada dasarnya, habitat ikan adalah air. Ikan Lungfish (Protopterus Sp), adalah ikan yang diakui boleh hidup berhibernasi di darat, hidup tanpa air. Adakah ini ikannya yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi?

Inikah kan yang hidup dengan cara yang aneh yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi? Jika benar, maka inilah ikan yang menjadi saksi perjalanan Musa bertemu dengan Khidir. Jelaslah sudah, dalam ayat Al-Qur’an ini ALLAH memberi petunjuk pada mereka yang selalu memikirkan tentang kekuasan-Nya dan apa yang boleh Ia perbuat jika meragukan kuasa ALLAH dan firman Al-Qur’an.

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pemuda yang bersamanya: ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buab lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.’ (QS. 18:60) Maka tatkala mereka sampai kepertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. (QS. 18: 61) Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada pemuda yang bersamanya:

‘Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.’ (QS. 18:62) Pemudanya menjawab: ‘Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.’ (QS. 18:63)

Musa berkata: ‘Itulah (tempat) yang kita cari.’ Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. (QS. 18:64) Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS. 18:65) (al Kahfi: 60-65)

Sumber: kumpulanmisteri.com